Ketika Si "Secret Admirer" Kecewa



Dito Si Pengagum Rahasia


meticulosblog.club

Dito (Nama Samaran) adalah temen gue sejak SMA, cowok polos yang memiliki kisah cinta cukup mengesankan. Yah populasi "Secret Admirer" memang cukup banyak, bagi sebagian orang pengagum rahasia hanyalah pengecut dan cukup nyaman dengan kondisi iming-iming "Cinta tak harus memiliki" ckckckck. 

Dito memang cowok biasa saja gak ada yang istimewa dalam kehidupannya, Foto-foto terpampang besar di kamarnya membuat rasa lelah hilang seketika. Deswati (Nama Samaran) adalah siswi sekelas pada jaman SMA dulu, cukup populer dikalangan para Cowok apalagi senyuman yang manis membuat para buaya darat guling-guling ditanah yang kering hahahaha. Dito mengaku bahwa dia mulai menyukai Deswati sejak pandangan pertama, di ruangan kelas cukup ramai Dito selalu mengambil fotonya diam-diam tanpa sepengathuan Deswati. 

Koleksi Foto Deswati dengan berbagai ekspresi sudah dia abadikan sebagai mood booster nya di folder rahasia. "Dit, seberapa besar sih cinta lu sama wati?" tanyaku penuh penasaran, "Seribu tahun terlalu singkat untuk bertemu Deswati, aku cukup bahagia walaupun hanya bisa memandangnya dari kejauhan..." jawabnya dengan raut wajah memerah dipipinya sambil melihat selembar foto Deswati dengan efek-efek pink aestetic ckckck. "Terus, gimana kalau Wati diambil orang Dit?" tanyaku kembali meyakinkan Dito. "Kamu tau hal yang paling indah dari Cinta adalah tak harus memiliki cuy, apalah arti sebuah ikatan jika keduanya tak saling bahagia," Aku terdiam mendengar penjelasan darinya, iya sebagai pengagum rahasia penuh gombal-gombal gak jelas yang sebetulnya hanya menghibur diri. "Karep mu lah Dit..." 

Raut wajah Deswati tampak kebingungan saat kumpul dengan siswi group di kelasnya sambil menunjukan handphone pada kawannya itu, "Hei, jangan jail deh ngapai sih nelepon pake nomer tak dikenal, pasti kerjaan kamu yah Rin?" Tanya  Deswati pada salah satu gengnya itu tampak sedikit kesal.Rini (Nama Samaran juga ckckck) mengelak.

Mendengar pembicaraan mereka yang cukup berisik ditelinga gue. "Wah...pasti kerjaannya si Dito nih," berseru dalam hati saat mendengar pembicaraan itu di ruang kelas dipenuhi siswa-siswa bengal sibuk berseteru pertandingan bola klubnya yang kalah. 

Dito terlihat cengar-cengir sendiri saat Deswati tampak dibingungkan oleh penelpon misterius itu, aku mulai menghampiri si Dito yang betah main gadget handphone nya, "Pasti kerjaan lu kan? udah ngaku aja deh," tanyaku pada Dito membuatnya kaget. "Shutt...jangan keras-keras nanti terdengar," jawab Dito dengan nada serak berbisik kecil menyikut lenganku. 

"Cekrek-cekrek" suara kamera handphone Dito mulai beraksi, sungguh tampak seperti kriminal yang tak menghargai privasi orang, wajahnya memerah seperti kecanduan dimabuk cinta itu tampak kegirangan, bola matanya membesar seperti mata kucing dimasa puber. Sejujurnya gue gak mau ikut campur dengan urursan cinta mereka, yah Dito sebagai teman sebangku masa SMA itu dipenuhi obrolan-obrolan gak penting lainnya. Namun kesungguhan Dito tak bisa dianggap remeh, pasalnya dia tampak serius dengan niatannya itu.

Suara bel menandakan jam pelajaran berakhir, Siang itu siswa sekelas bergegas pulang segera meninggalkan ruang kelas kami cukup berantakan. "Kalian berdua piket sekarang! awas jangan kabur..." seru ketua kelas kami tampak garang, wajahnya selalu cemberut dan kerutan di dahinya bikin merinding setengah mati ckckckck. 

Dito sibuk memandang sang bidadari tak bersayap itu melangkah anggun meninggalkan kelas, namun Siang cerah itu seketika berubah mendung bagaikan badai petir digempur gempa bumi *Bagi Dito ckckck #piece, yah sang bidadarinya itu dijemput pangeran gagah memgang pedang dan perisai berlapis berlian tebal di tangannya yang kekar, kudanya yang gagah menjemput sang malaikat tak bersayap bagaikan pasangan di dongeng-dongeng putri es kepal milo, perawakan tinggi berkulit putih dengan rambutnya seperti iklan-iklan shampo murahan di warung sebelah, tampaknya Deswati cukup senang dengan pangerannya itu. Dito berhenti bernafas sejenak, wajah ceria bagaikan taman bunga matahari berubah drastis bagaikan taman pemakaman yang mencekam, matanya tak berkedip sedikitpun melihat fenomena alam yang kejam dan kering itu. Tatapan kosong Dito menggeram menjatuhkan sapu injuk di kelas bagaikan daun kering yang jatuh dari pohonnya. Aku hanya terdiam sambil memegang pundaknya tampak tegang dan kaku. "Sudahlah, siapa tau itu cuma kakaknya kan..." ujarku mencoba menghibur Dito, "Ti-tidak...Deswati adalah anak tunggal gak mungkin itu kakaknya," suara serak merintih Dito tampak dramatis, kehabisan akal untuk mencoba menenangkan dirinya itu ternyata sia-sia, berjalan pulang dengan langkah kaki berat memalingkan wajahnya. 

Dito dikenal sebagai orang paling humoris candaan dan jokes-jokes nya itu cukup membuat gue terhibur, tapi faktanya ketika orang humoris tersakiti cukup bikin merinding, wajahnya berubah datar bagaikan papan setrikaan, bibirnya melengkung kebawah bagaikan perahu terebalik diterpa ombak besar, Deswati yang bahagia di kereta kuda bersama pangerannya itu membuat Dito tak bisa menahan rasa kecewa yang berat, sebagai sohib sebangku cukup membuatku terpukul melihat tingkah lakunya berubah menjadi pendiam, disaat selaan jokesnya yang menghibur berubah menjadi panggung drama musikal tanpa vocal. 

Deswati tampak gembira dan tertanyata kisah cinta mereka berdua telah menyebar begitu cepatnya sampai ke telinga Dito, kulihat wajah murung Dito terlihat sedih dengan tatapan mata sayu menderu memalingkan wajahnya, menundukan kepalanya karena kecewa, senyuman Dito yang penuh canda tawa seketika sirna. Deswita si putri es kepal milo di tikung oleh pengeran tampan berhidung mancung, dan yang bikin kocaknya lagi tak hanya Dito yang terlihat kecewa, sebagian fans deswita ikut menangis bisu diatas meja.

Aku menepuk dahiku, bahwa tak selamanya kisah cinta itu berakhir sempurna, fakta ironi jika kamu kurang tampan atau bahkan gak ada keberanian untuk mendekati cewek taksiranmu itu maka hancurlah sudah, faktanya di setiap-setiap sinetron dan drama k*rea si cowok selalu super tampan dan wanita si super bening bagaikan kue putu setengah matang :'v, apakah negeri k*rea wajahnya terlihat sama? bahkan satu pabrik seperti cetakan bandros ckckckck #piece.

Nah sekarang gimana nasib si Dito? aku kurang tau lagi kejadian itu sudah 5 tahun silam di bangku SMA kelas 10, Dito berbeda kelas denganku kala itu dan tak pernah terdengar kabarnya lagi.

NOTE  : "Apabila ada kesamaan nama, tempat, dan alur cerita itu hanya ketidaksengajaan semata."



Comments

  1. Wah cerita yang gue banget, wkwk ngga harus memiliki tapi mendoakan dia supaya dekat sama kita ea.

    Wah tampilan anyar nih sob. great!

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar, kritik dan saran sangat saya hargai disini. Bebas berpendapat adalah hak setiap orang.
Terimakasih