Malam Minggu Hana - Eps 3 "Yogurt Basi"




"Tok-tok-tok" Suara gedoran pintu yang semakin menganggu suasana saat bersamanya, "Kok ada suara pintu di resto sih??". Seketika gue pun setengah sadar saat lunch bersama Pria tampan dan hilang dalam sekejap mata. "Hana,, cepetan bangung!! Tidur mulu sih udah sore ini!!",, kaget bercampur linglung kok,, gue ada di kamar sih?? gedoran suara pintu yang semakin beresik dari teriakan Emak gue.

Hah?? aku pun kaget dan keheranan,, karena terbangun dari kasur sambil menjawab ibuku yang membangunkan ku. "Iya mak ini udah bangun kok,," jawabku sambil melilhat jam dinding yang menunjukan arah ke angka 5:17 sore. Loh?? bukannya gue lagi di Surabaya tadi siang??? seketika gue cek Handphone untuk memastikan kalo gak ada yang aneh di hari ini. Tidak ada pesan dan panggilan dari ibu bos?? loh kok masih hari Minggu?? dan ternyata,, tadi hanyalah bunga tidur yang begitu nyata. Sambil melihat cermin dan melihat kusutnya wajahku yang gak karuan,, oh ternyata mimpi yang begitu panjang. Mimpi tak lain hanyalah ilusi dari pikiran gue karena masalah yang gue sendiri pun gak bisa menjawab dan bertanya dalam diri. 

Mimpi yang begitu nyata dimana bertemu pria ganteng yang selama ini ternyata hanya fantasi belaka,, "Arghh,, mungkin terlalu banyak menonton drama" itulah yang ada di pikiran ku sore ini. Sambil bersiap untuk melanjutkan aktifitas di malam hari untuk bertempur di esok hari. 
Tidue yang singkat dengan mimpi yang begitu nyata tentang dirinya "Ryan" ouh kau sungguh mempesona sayang-nya kamu hanyalah pria fantasi dari sebuah ilusi.

Seketika gue bergegas untuk persiapan hari esok untuk pergi ke Surabaya dari tugasnya Ibu boss dan langsung tidur gak pake lama. Tak terasa jam begitu cepat berlalu jam dinding berputar begitu cepatnya,, pukul setengah 7 pagi aku terbangun dan bergegas untuk pergi dan pamitan sama Ibunda dan Papah tercinta. "Pah,, Mah aku berangkat sekarang" pamitku kepada orangtua tercinta. "Iya,, nak hati-hati di jalan yah, jangan lupa bawain oleh-oleh nya" pinta mamahku dengan lembut. "Oke mah,, bye" sambil menenteng tas yang gak terlalu berat. 

Sesampainya gue di kantor untuk bertemu Ibu boss dan ku melihat sesosok pria,, dan ternyata gue kaget dan heran,, "Loh,, kok?? Pria ini kan yang ada di mimpi gue??" sejenak ku berpikir sambil bengong gak jelas. "Kok kamu melongo kaya gitu sih?? cepet dong kesini!! Ryan nunggu loh" seru Ibu boss karena melihat gue sedang bengong sejenak. "Iya bu,, maaf" jawabku sambil berlari ke arah mereka. "Kenalin ini Ryan,, Investor utama ktia" sambil mengenalkan Pria tampan yang ku impikan kemarin,, Ku berhenti sejenak sambil berfikir karena apa yang ku Impikan kemarin ternyata real dan benar-benar ada!!. "Kenalin,, Aku Ryan,, kita akan berangkat sekarang" seru Ryan dengan kalem dan santai. Terdiam dan keheranan,, tak bisa berkata-kata karena ini benar-benar terjadi sambil memastikan bahwa aku sedang tidak bermimpi. "Kamu kenapa sih,, kayak yang kebingungan gitu?? mau saya potong gaji??" seru Ibu boss karena melihat tingkah laku gue yang aneh bin linglung. 

"Fokus,, hana,,jangan terbawa suasana!!" sambil memastikan diri gue bahwa tidak ada yang aneh,, ah sudahlah mungkin hanya kebetulan. Gue pun mengikuti perintah Ibu boss untuk pergi ke Surabaya dan sampailah kami di Bandara untuk pergi ke Surabaya,, aku pun mengikuti alur yang ada di mimpi gue kemarin,, dan ternyata apa yang terjadi di khayalan gue benar-benar terjadi.

Mulai dari obrolan basa-basi yang sama persis,, sampai berakhir di sebuah restoran untuk makan siang di Surabaya. Seperti Dejavu yang terlalu real dan singkat, karena tempat dan suasana di Restoran untuk makan siang seperti apa yang gue impikan kemarin?? "Ouh Tuhan,, apa yang terjadi sama gue??" setidaknya itulah yang terus muncul dalam pikiran gue. "Kamu baik-baik aja kan??" tanya Ryan kepadaku saat menunggu orderan kami tiba. "Ouh,, ya maaf pak,, saya baik-baik aja kok" jawabku kepada Ryan. "Kok manggilnya Bapak sih?? saya belum tua-tua amat di panggil Bapak" jawab Ryan dengan tatapan aneh nya,, "Ouh,, maaf mas aku agak linglung" jawabku sambil terbata-bata dalam berucap. Waduh ada apa sih dengan diri gue ini?? pasti ada yang salah nih,,secara gue gak percaya dengan mistis-mistin dan gak memiliki kemampuan Supranatural atas apa yang ku impikan semalam. "Kegiatan kamu selain ngantor ngapain aja han??" tanya Ryan karena situasi canggung melihat gue melanga-melongo gak jelas, "Ouh,, saya suka menonton film horor kalo gak ngantor" jawabku karena mencoba mengalihkan pembicaraan seperti apa yang di impikan semalam,, "Berarti tau film Counjuring dong??" Tanya Ryan sambil memulai untuk pembicaraan,, "Wah seru banget itu film hehehe" jawabku karena terpaksa berbohong,, film horor bukanlah keseukaan gue,,, jangankan tau film nya, percaya aja enggak. Seketika pesanan kami datang di antarkan oleh pelayan resto,, dan mencoba untuk membuktikan bahwa kemarin itu hanyalah mimpi. 

Setelah bersantap dengan canggung dan kebingungan,, kami berangkat untuk menyelesaikan tuntutan pekerjaan dari Ibu Boss karena dari tadi Handphone terus berbunyi notifikasi dari BigBoss dan menanyakan apa yang sudah gue kerjakan. Gue mulai untuk membuat laporan dan urusan kantor lewat Laptop yang selalu gue bawa saat kerja,,, "Click,click,click" suara mouse gue berbunyi untuk menyelesaikan laporan selama 4 jam gue di Surabaya. Capek rasanya ketika orang lain pergi ke Tempat baru untuk berlibur dan gue hanyalah budak kantor yang terus di awasi karena tuntutan pekerjaan. Gak berlama-lama gue pun istirahat di sebuah Hotel yang sudah di persiapkan oleh Ibu Boss dan tentu berbeda dengan Ryan yang tidur di Kamar VIP sedangkan gue masuk ke kamar yang serba di batasi oleh fasilitas. Yah namanya juga perusahaan gak mau mengeluarkan Budget yang berlebihan hanya untuk karyawan nya,, dan gak banyak basa-basi gue pun langsung tertidur di kasur kamar hotel karena lelah dan capek.

Dan "BOOOM..." aku pun terbangun oleh suara gedor pintu kamar dan ternyata Emak gue membangunkan ku untuk bangun pagi,,, "Kok,,ada suara emak gue di hotel???" ku buka mata ini dengan setengah sadar dan ternyata gue ada di Kasur dan kamar gue di Rumah. "Argghhh...." ku menjerit dengan histeris dengan penuh panik karena ada yang aneh dengan diri gue sendiri. 

"Nak,,, kenapa??buka pintunya" emak gue memanggil sambil menggedor pintu kamar dengan ketukan yang semakin cepat. "Iya mak,, sebentar!!" jawabku sambil bergegas membuka pintu. "Kamu kenapa sih?? bangun tidur kok teriak gitu?? tanya ibu ku sambil keheranan melihat wajahku yang penuh tanda tanya. "enggak kok bu,, Hana tadi cuman bermimpi buruk!!" jawabku karena terpaksa harus menyemunyikan apa yang sebenarnya terjadi. "Ahh, kamu ini cepet sana kamu siap-siap mandi, kan hari ini berangkat ke Surabaya?" tanya ibuku sambil menyuruhku untuk bergegas dan bersiap-siap. 

Disitulah saya mulai berfikir bahwa "ada yang aneh nih dengan diri gue,," sensasi di mimpi terlalu nyata untuk di sebut "Mimpi" aku pun terdiam sejenak untuk menjernihkan pikiran di saat itu juga. Gue sangat yakin kalau saya masih sadar dan tidak memiliki gangguan mental apalagi pikiran,, akhirnya gue memutuskan untuk mencoba mencari jalan keluar dari pengulangan yang cukup langka. Bedanya aku terbanung di pagi hari tepat pukul 6 pagi di hari senin,, "ouh Tidak!! apa yang udah gue lewatkan dihari kemarin??" tanyaku kepada diri sendiri. 

Comments