Pentingnya Respect dan Apresiasi untuk di Hargai



"APRESIASI"

Ramdhani Febriansyah


Siang ini gue tertampar oleh sebuah realita yang mungkin baru gue sadari akhir-akhir ini,, yah siapa sih yang gak ingin di apresiasi dan di hargai oleh orang lain?? semua orang memiliki spekulasi dan pandangan yang tentu berbeda-beda,, entah itu dari pola pikir,, seni, ataupun tulisan-tulisan kecil yang tersebar di Beranda Sosial Media mereka masing-masing. 

Gue termasuk orang yang bener-bener suka Ngebacot gak jelas yang menurut gue "Keren" dengan memaksakan Kehendak dan menyampaikan apa yang ada di pikiran gue dengan kata-kata yang mungkin menusuk di hati. Siapasih yang mau di bacotin walaupun secara tidak langsung?? aku sadar bahwa ke EGOISAN ku ini menimbulkan Pro dan Kontra yang mungkin gak terlalu baik untuk di sampaikan. Yah memiliki sifat "TIDAK PEDULI" atau bahkan "PERSETAN ORANG MUNAFIK" yang mungkin membuat orang yang melihatnya tersinggung dan menyayat di Hati.

Aku sadar bahwa perkataan ku selama ini yang ku anggap "Berfaedah" walaupun sering diselingi kata-kata yang terlalu keras dan menampar,,, bahwa setiap orang berhak memiliki pola pikir dan pandangan terhadap sesuatu hal. Apalagi masalah "Politik" dan "Agama" yang gak seharusnya di anggap sebagai gencatan senjata untuk memaksa orang lain mengikuti apa yang di pikirkan gue saat ini. 

Ternyata segala hal yang dilakukan entah itu baik dan buruk pasti memiliki timbal balik yang sama. Jika kamu menanam kebaikan dengan hal yang positif maka timbal balik yang akan kamu dapatkan tentu baik pula,, Itupun berlaku sebalik nya. Be Honest,,,,, di sisi lain gue ingin banget di hargai entah itu berbentuk tulisan ataupun hal lain nya,, dan gue sadar akhir-akhir ini gue suka Nyeleneh dan singgung-singgung dengan perkataan entah itu di BLOG,, atau tulisan lini masa di Sosmed yang jadi bahan curahan hati. Gue sadar bahwa semua yang gue lakuin tak selamanya itu baik,, Menjadi sosok yang keras dan Persetan dengan orang-orang yang gue anggap mengganggu di kehidupan gue saat ini,, ternyata menimbulkan efek negatif terhadap apa yang sedang gue tekuni saat ini. 

Menjadi sosok yang membawa hal yang positif adalah hal yang utama,, setidaknya memberikan inspirasi dan memberikan semangat untuk orang yang membaca tulisan-tulisan gue di Blog ternyata gak harus dengan cara yang kasar,, apalagi gak sepenuhnya perkataan gue ini benar. Dan belajar untuk menjadi orang yang lebih baik adalah sebuah keharusan untuk gue pribadi ataupun sebagian orang yang peduli. 

Gue gak berhak untuk mengusik privasi orang lain dan gue pun tidak ingin menjadi orang yang tidak membawa hal yang positif minimal untuk diri sendiri. Jangan salahkan kondisi ataupun merasa benar,, gue sadar bahwa belajar itu tidak ada batasnya, untuk menjadi siapa diri gue yang sebenarnya. 

Manusia hanya bisa berencana dan berhak untuk menentukan kehidupan nya,, dan gue gak bisa merubah perbuatan tersebut,, itu hak-hak saja namun mengusik walaupun niatan baik gue untuk bisa merubah orang lain ternyata gak harus dengan perkataan yang tidak sepantasnya di ucapkan WALAUPUN menurut gue itu BENAR. Tak selamanya orang itu sama ada yang bisa memaklumi dan ada juga yang Bebas menghujat sesuka hati. Apa yang gue lakuin selama ini tidak selamanya murni dan besih,, apalah daya seorang makhluk yang tercipta dengan segala keterbatasan dan Egonya yang membeludak di otak. "TOXIC" yang selama ini mereka anggap virus dan mengganggu ternyata menimbulkan luka bagi orang-orang yang mungkin merkecimpung di DUNIA MAYA,, entah itu melakukan hal-hal bodoh untuk mendapatkan ketenaran dan itu SAH-SAH saja. Tidak ada orang yang sempurna di DUNIA ini,,, setiap orang memiliki pendapat dan pola pikir yang berbeda itulah Keunikan yang Tuhan Alam Semesta Ciptakan untuk manusia. 

Belajar untuk Menghargai orang lain jika ingin di Hargai,, itu point penting yang selama ini gue gak peduli. 

Terimakasih untuk kamu yang mengerti akan diriku yang terlalu EGOIS dan Keras,, perkataan lebih tajam dari sekedar Pukulan yang bisa sembuh dalam seketika. Saya tidak ingin di benci,, namun menjadi pribadi yang di sukai orang lain tak harus memaksakan KEHENDAK. 

Comments